Pelaku Pelecehan Seksual Masih Berkeliaran, RPA Dan KOPRI : Polres Dan P2TP2A Bekasi Diduga Tidak Serius Tangani

ANALISTIKnews.com||Kabupaten Bekasi_Kasus pelecehan seksual DiBekasi kembali terjadi, kali ini menimpa LN(inisial) anak berusia 5 tahun warga Desa Wanasari Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan informasi yang didapat, Kasus LN(5) sampai saat ini belum juga ditangani serius oleh aparat penegak hukum, padahal orang tua korban RS(30) telah melaporkan hal ini sejak satu bulan yg lalu ditandai dengan adanya bukti laporan Nomor:LP/B/39/I/2024/SPKT/POLRES METRO BEKASI/POLDA METRO JAYA tertanggal 5 Januari 2024 dan yang mengejutkan pelaku masih berkeliaran bebas diluaran. Dan bukan hanya itu, selain melaporkan kepada pihak kepolisian, sebelumnya orang tua korban RS(30) pun sempat mengadukan kasus ini kepada Pihak P2TP2A Kecamatan Cibitung pada tanggal 3 Januari 2024, lagi-lagi tidak ada respon.

Menanggapi hal ini, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Universitas Pelita Bangsa bersama Rumah Perempuan & Anak (RPA) Kabupaten Bekasi mendatangi kantor Polres Kabupaten Bekasi guna melakukan advokasi kepada pihak polres terkait kasus pelecehan seksual yang menimpa LN(5) anak dibawah umur, warga Desa Wanasari Kecamatan Cibitung. Sabtu 17/02/2024.

Kami sangat menyayangkan kepada P2TP2A Kecamatan Cibitung, UPTD PPA Kabupaten Bekasi dan Unit PPA Polres Metro Bekasi, karena kasus ini belum selesai padahal sudah hampir 2 bulan.

Kami melihat langsung fakta bahwa aparat pemerintah terkait tidak sensitif akan hal ini, tidak berpihak pada korban yang masih mengalami trauma mendalam dan dampak sosial yang menekan korban serta keluarganya, karena masyarakat sekitar menganggap keluarga korban meninggalkan masalah yang menakutkan karena pelaku sampai saat ini belum ditindaklanjuti dan berkeliaran ditengah masyarakat.

Sehingga kami menduga bahwa kerja-kerja aparat pemerintah terkait hal ini tidak optimal dan meremehkan kasus pelecehan seksual ini” Ucap Ica selaku Bidang Advokasi Rumah perempuan dan Anak (RPA). Sabtu 17/02/2024

Berdasarkan keterangan yang didapat dari sikorban (LN), pelaku berinisial EN (60 thn) yang merupakan tetangganya sendiri sudah hampir 3 kali melakukan aksi bejadnya dikala orang tua korban sedang tidak ada dirumah. Hal ini diketahui ibunya lantaran LN mengeluh sakit diarea kemaluan.

Mendapatkan pengakuan dari LN, RS langsung melaporkan hal ini kepada pihak P2TP2A Kecamatan Cibitung dan langsung dan kemudian melaporkan kepada pihak Polres Kabupaten Bekasi. Namun sayang, hingga saat ini kasusnya belum juga ditangani serius.

Kekecewaan pun timbul, Mendengar hal tersebut RPA Kabupten Bekasi dan KOPRI Universitas Pelita Bangsa menilai kinerja P2TP2A kecamatan Cibitung serta Unit PPA Polres Metro Bekasi kurang serius dalam penanganan kasus ini,

Selain itu, disisi lain Indah selaku Bidang eksternal Kopri UPB juga mengungkapkan bentuk kekecewaannya kepada pihak-pihak yang terkait, bahwasanya masyarakat kecil selalu jadi korban, lemah, ketidak mampuan dan kurangnya pengetahuan masyarakat dijadikan dasar untuk tidak mendapatkan keadilan.

kami juga menilai adanya ketidakseriusan Unit PPA Polres Metro Bekasi dalam penanganan kasus ini, pasalnya pada saat kita menanyakan kepada Ibu korban berkaitan perkembangan laporan, masih belum ada tindak lanjut yang pasti dari Unit PPA. Sedangkan laporan tersebut sudah masuk sejak 1 bulan lebih, hari ini kami bersama ibu korban kembali mempertanyakan sejauh mana proses laporan yang sudah diterima polres dalam kasus ini, dan yang sangat kami sayangkan pada saat kami datang bersama ibu korban ke Unit PPA sama sekali tidak ada petugas didalamnya.

Dalam hal ini pula kami menegaskan kepada Kapolres dan Unit PPA Polres Metro Bekasi yang memiliki wewenang agar lebih serius lagi dalam menyelesaikan kasus kekerasan seksual ini.”Tutupnya.

(IFKY)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *