Kades Bungkam, Ratusan Juta Insentif Supir Ambulance Desa Sukajadi Jadi Sorotan

ANALISTIKnews.com||Kabupaten Bekasi_Penggunaan anggaran Dana Desa terkait kegiatan Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan (insentif Supir ambulance) Desa Sukajadi Kecamatan Sukakarya Kabupaten Bekasi ditahun 2023 masih menyimpan teka-teki.

Pasalnya, Amir Hamzah Kades Sukajadi enggan menjawab pada saat diwawancarai media Analistiknews.com melalui pesan WhatsApp pada Kamis tanggal 01/02/2024 lalu perihal insentif Supir ambulance.

Dalam pertanyaan tersebut, awak media mencoba mempertanyakan soal statement kades yang mengatakan bahwa tenaga supir Ambulance hanyalah berjumlah 4 (orang).

Dan dari jumlah 4 (orang) orang tersebut, adakah tenaga pembantu lain yang insentifnya dianggarkan juga oleh pemerintah Desa, namun Amir tidak dapat menjelaskan atau membalas komunikasi atas lontaran pertanyaan dari awak media Analistiknews.com sampai dengan saat ini.

Besarnya pengeluaran anggaran yang dikucurkan pemerintah Desa Sukajadi selama satu tahun untuk kebutuhan kegiatan Penyelenggaaan Desa Siaga Kesehatan ditahun 2023, diduga tidak masuk akal.

Sebab untuk insentif Supir ambulance yang hanya berjumlah 4 (empat) orang saja, sampai menghabiskan anggaran mencapai Rp 168.000.000 rupiah/tahun.

Dikutip dari laman berita media online Focus Berita Nasional, kades Sukajadi jelas mengatakan bahwa tenaga supir Ambulance yang dianggarkan pemerintah Desa hanyalah berjumlah 4 (empat orang).

“Jumlah supir ambulance itu semuanya ada 4 (empat) orang, dan terkait insentif mereka semua sudah saya berikan dan sudah diterima sesuai dengan haknya masing-masing”

Adapun pembagian gaji maupun insentif ditransfer kerekening penerima masing-masing, gimana motongnya saya bang” pungkas Amir kades Sukajadi dalam laman berita media online Focus Berita Nasional yang terbit pada Selasa 31/01/2024.

Dapat diketahui, untuk insentif Supir ambulance Desa Sukajadi Kecamatan Sukakarya ditahun 2023 yang berjumlah Rp 1.550.000 rupiah/perbulan, kalau dikalikan selama satu tahun baru hanya mencapai Rp 74.400.000 rupiah.

Hal ini menjadi tanda tanya besar, kemana larinya sisa anggaran tersebut yang masih bernilai ratusan juga rupiah, untuk apa? Dipergunakan untuk kebutuhan lain ataukah hanya akal-akalan kades saja.

Sampai berita ini ditayangkan, Amir Hamzah kades Sukajadi tidak juga memberikan jawaban.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *