Anggaran Fantastis Kegiatan Minimalis Terjadi DiDesa DiBekasi

ANALISTIKnews||Kab Bekasi_Mengherankan, lagi-lagi ditemukan diKabupaten Bekasi, kegiatan pembangunan milik Pemerintah Desa dengan volume secuil namun menghabiskan anggaran hingga ratusan juta rupiah.

Pekerjaan pengerasan jalan usaha tani yang tertuang dalam laporan perubahan Rencana anggaran biaya Tahun anggaran 2022 yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 325.000.000,- diperkirakan hanya berukuran 50×2,5 m persegi yang berlokasi dilahan tanah milik kapling Desa Sukarukun Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi.

Bukan hanya itu, Bahan material yang dipergunakan pun hanya menggunakan material limbah beatching plent.

Hal ini diungkapkan (R) salah satu warga setempat yang juga ikut bekerja pada waktu itu, dia mengatakan pengerasan jalan tersebut hanya menggunakan limbah coran.

“matrialnya pake limbah coran / beachcing plent, kalau gak salah cuma belasan ritasi gak sampai 20 rit dan empat hari kerja selesai” ungkap (R) kepada media Analistiknews di kediamannya. 27 Juni 2023

Hal ini pun menuai kritikan, pekerjaan pengerasan jalan usaha tani tersebut dianggap tidak masuk akal dan diduga ada tindak pinda korupsi didalamnya, seperti sengaja telah di mark-up.

Seperti yang dituturkan Sasmita salah satu warga kabupaten Bekasi, dia menganggap ada hal yang janggal dalam kegiatan pengerasan jalan tersebut dengan volume hanya berkisar 50m kok bisa sampai menelan anggaran yang cukup luar biasa.

“Terkait realisasi anggaran dana desa tahun 2022 desa sukarukun, saya menilai tidak objektif dan di duga ada mark-up anggaran. hal ini sepatutnya tidak dilakukan oleh kades sukarukun kecamatan Sukatani” papar Sasmita kepada media. 27 Juni 2022.

Diapun menambahkan, sesuai amanat undang-undang, seharusnya Pemerintah Desa Sukarukun harus transparan dan jelas adanya dalam pengelolaan anggaran Dana Desa, agar masyarakat tau anggaran Dana Desa dipergunakan untuk apa saja.

“penggunaan dana desa itu harus akuntabel, di percaya dan transparan , sesuai amanat undang-undang tentang pengelolaan dana desa” jelas nya.

Menurut Sasmita, Adanya dugaan penyelewengan anggaran tersebut, dianggap tidak luput dari kurang efektif atau lemahnya segi pengawasan, baik pemeriksaan secara fisik maupun pemeriksaan pada laporan ditiap tahunnya. Sehingga seakan memberikan kesempatan bagi oknum kades yang nakal. Menyikapi hal ini, Diapun akan menindaklanjuti kepihak terkait untuk dilakukan kembali pemeriksaan ulang.

“Saya atas nama masyarakat kabupaten Bekasi tidak akan tinggal diam. akan saya sampaikan hal ini kepada pihak-pihak terkait, kalau perlu sampai ke kementrian desa (kemende) untuk bisa di lakukan evaluasi kembali, seluruh desa-desa yang ada di Indonesia umumnya, kabupaten Bekasi khusus nya.” Tutupnya.

(red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *