Nasib Malang Dua Warga Bekasi Jadi Korban Mafia Tanah

ANALISTIKnews||Kab Bekasi_Masih menjadi trending topic, pembahasan yang tidak kunjung usai menjadi menu perbincangan masyarakat disetiap harinya. dua warga Kecamatan Cabangbungin yang terjerat kasus tanah.

Kali ini kembali terjadi, namun berpola terbalik. Dua warga dibekasi menjadi korban mafia tanah. Sebut saja Karnita(55) laki-laki yang beralamatkan di Kampung Galian RT. 002. RW. 003. Desa Sukakerta Kecamatan Sukawangi, dan Mito bin sidin(59) warga kampung Pulo rengas RT 002/001 Desa Sindangjaya Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi.

Diduga Dua bersaudara tersebut menjadi korban mafia tanah, sebab kedua lahan miliknya yang berlokasi di Rt 003/001 Desa Jayalaksana kini raib, diduga telah dijual orang lain dan bahkan sekarang dengan terang-terangan telah diratakan oleh olat berat.

Lahan yang mereka miliki diduga kini telah terjual kepada pihak pengembang, padahal sipemilk lahan belum pernah memperjual belikannya.

Dijelaskan dalam berita online Analistiknews sebelumnya, karnita memiliki sebidang lahan dengan luas 1297m yang tertuang dalam SHM, dan belum pernah dijualnya.

“Saya karnita, saya punya lahan dijayalaksana seluas 1298m belum pernah merasa saya jual belikan sama siapapun” ucap laki-laki paruh baya dalam sebuah vedo berdurasi 00:20 detik. Selasa 23 Mei 2023

Dia pun mengatakan, sebelum terbit sertifikat, karnita pernah membuat Akte Jual Beli (AJB) dan itu menjadi dasar Sertifikatnya. Namun kini nasib malang menimpanya keduanya, semua lahannya raib karena telah digusur dan di garap yang diduga pihak pengembang.

Karnita pun tak terima, dirinya akan menanyakan langsung kepada Kepala Desa Jayalaksana kenapa lahannya kini dimiliki oleh orang lain dan isunya telah diperjual belikan. Karnita mengatakan pemerintah Desa harus bertanggung jawab, sebab tanpa rekom ijin kepala desa, pekerjaan Itu tidak akan bisa berjalan.

“Saya mau nemuin Kepala Desa, kan g mungkin kalau g da ijin dr bawah, pengurugan itu bisa jalan” tandasnya.

Dan diapun akan lakukan upaya tindakan hukum, melaporkan hal ini kepada pihak yang berwenang, karena surat tanah yang dimilikinya punya keabsahan yang jelas dan melalu proses yang benar.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *