Jual Seragam Sekolah DiBekasi Abaikan Permendikbud

ANALISTIKNEWS.com||Kab.Bekasi_Dugaan Sekolah berbisnis dengan muridnya dengan memperjual belikan seragam dan atribut sekolah semakin kuat.

Pasalnya, Berdasarkan pengakuan pihak Sekolah SMP N 02 Sukawangi yang dilontarkan pihak Humas, mengarah kepada pokok permasalahan. Saat di wawancarai Minggu lalu pada Senin 30 Januari 2023, pihak Humas mengakui bahwa pihak sekolah bersama Komite telah sepakat. dari hasil rapat bersama wali murid, pihak Sekolah telah menyediakan atau menjual seragam melalui tangan Koprasi dengan harga yang sudah ditentukan, beda kelas beda harga.

Kalau untuk nominal itu koprasi yang tau, karena Pada saat itu kan yang rapat itu Komite, koprasi bersama orang tua. Kalau untuk nilai pasnya nanti pihak komite lah yang berkompeten” ucap humas tersebut kepada media Analistiknews.

Dari penjelasan diatas, diduga kuat Sekolah SMP N 02 Sukawangi telah melakukan tindakan yang menyalahi aturan karena telah memperjual belikan seragam serta atribut sekolah kepada murid.

hal ini diduga membebani orang tua murid, sebab harga seragam atau atribut tersebut sudah ditentukan sekolah. Maka dari itu mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, kalau sudah menjadi putusan sekolah pihak orang tua murid tidak dapat menolaknya.

Jelas-jelas di terangkan dalam Peraturan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No.01 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Pasal 27 ayat 1 menerangkan bahwa dalam tahapan pelaksanaan PPDB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 : (a) sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat yang telah menerima bantuan operasional sekolah dilarang memungut biaya, (b) sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dilarang :

1. melakukan pungutan dan/atau sumbangan yang terkait dengan pelaksanaan PPDB maupun perpindahan peserta didik.

2.melakukan pungutan untuk membeli seragam atau buku tertentu yang dikaitkan dengan PPDB.Namun pada faktanya dilapangan, hal ini dilanggar oleh sekolah SMP N 02 Sukawangi. Dalam hal ini, Secara pundamental pihak sekolah diduga kuat telah mengabaikan aturan Permendikbud yang telah ditetapkan.

Secara prinsip dalam dunia pendidikan, setiap siswa didik diajarkan kedisiplinan serta harus mematuhi setiap aturan-aturan yang telah dibuat baik itu aturan sekolah maupun aturan lain yang telah di tetapkan, namun tanpa disadari atau memang secara sadar, namun hal ini bertolak belakang dengan prinsip dunia pendidikan.

Sampai berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah SMP N 02 Sukawangi tidak dapat dimintai keterangan.

(red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *