Persoalan Sampah Warga Laporkan Pengembang Ke DLH

ANALISTIK.Com||Kab Bekasi_Merasa tak diindahkan, warga kampung Babakan Kalen Kacing Desa Sukatenang Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi laporkan pengembang ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi.

Dok. Tanda terima bukti laporan ke Dinas Lingkungan Hidup Kab Bekasi

Pasalnya, warga sekitar geram dengan kelakuan pihak pengembang yang berbuat semaunya tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi kepada masyarakat.

Belakangan ini, kerap terjadi aktivitas pembungan sampah di bibir kali Bekasi. Di sekitar pemukiman warga di kampung Babakan kalen Kacing, dari informasi yang didapat dari warga, sampah yang berserakan tersebut diduga bersumber dari perumahan Permata Sukatenang Indah (PSI) Desa Sukatenang Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi.

Dok. Arif salah satu tokoh pemuda Desa Sukatengang

Arif salah satu pemuda setempat menuturkan, pihak pengembang diduga belum memiliki tempat pembuangan sampah sendiri. Al hasil, sampah rumah tangga yang besumber dari perumahan tersebut dibuang sembarang sehingga berdampak kepada masyarakat karena dianggap mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan.

“Permasalahan pembuangan sampah sembarangan, kami menduga jangan-jangan perumahan tidak memiliki tempat pembuangan sampah” tutur Arip dengan tegas. Jumat 27 Jan 2023

Lebih-lebih menurutnya, hal yang dianggap aneh, pihak pemerintah Desa pun seakan diam melihat kejadian ini, ada apa?

Masyarakat kerap mempertanyakan kepada pihak Pemerintah Desa untuk mendapatkan pembelaan, namun tidak ada tanggapan sedikitpun. kini masyarakat kecewa kepercayaan terhadap Pemerintah Desa hilang.

“kami harapkan ada tindaklanjutnya dari pengembang keterkaitan sampah dan perbaikan jalan, kalau perlu pengembang turun langsung ke masyarakat tanpa melalui pihak pemdes, yang notabene sampai hari ini kepercayaan masyarakat terhadap pemdes sudah tidak percaya lagi” cetus pemuda berbadan gemuk ini.

Arip pun kembali menuturkan Persoalan sampah bukanlah hal sepele, membuang sampah sembarang akan sangat berdampak kepada lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat.

Jelasnya, Membiarkan sampah tanpa adanya penanganan serius akan mendatangkan bau yang tak sedap serta bisa mengakibatkan banjir level rendah dan bahkan sampai ke level tinggi. Berkaitan dengan persoalan sampah, dalam hal ini dijelaskan Peraturan Daerah (PERDA) Provinsi Jawa barat nomor 12 tahun 2010 tentang pengelolaan sampah, dijelaskan dalam pasal 49 ayat 1 huruf b. Setiap orang dilarang membuang sampah ke media lingkungan atau tidak pada tempat yang telah ditentukan dan/atau disediakan.

Dan jika melanggar, dalam pasal 57 ayat 1 menyatakan bahwa barang siapa melanggar ketentua sebagaimana dimaksud pada pasal 49 diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah)

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *