Nasib THM Tinggal Menunggu Waktu

ANALISTIKNEWS – Setelah Pj. Bupati Bekasi, Dani Ramdan didesak DPC MOI Bekasi Raya untuk menutup semua THM yang melanggar Perda, rupanya hal itu serius ditanggapi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Bekasi.

Pihak Satpol PP mengaku tidak main-main merealisasikan penegakkan Perda Nomor 3 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan yang melarang THM. Hal tersebut diungkapkan Kasi Pengawasan dan Penindakan/penyidikan Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol-PP Kabupaten Bekasi, Windhi Mauly.

Mauly menjelaskan pihaknya serius akan menutup seluruh THM yang berada di teritorial kerjanya. Seraya Ia memberikan sempel Penyegelan nomor : KK. 02.06./1262.a/Satpol-PP/2022, THM Infinity Cafe yang dikelola PT. Sarinah Kims Jaya yang berada di Lippo Cikarang resmi ditutup dan ditegaskan Dani ditutup secara permanen. Hanya saja, penegakan Perda Nomor 3 tahun 2016 untuk menindak pelaku usaha yang melanggarnya hanya tinggal menunggu perintah atasannya saja.

“Hayu (tutup THM) kalau saya siap, tinggal menunggu perintah Pa. Kasat,” cetus Widhi.

Kata Widhi, untuk menegakan Perda tersebhr perlu dibentuk tim terpadu dari berbagai instansi. Oleh karenanya, pihaknya sedang membentuk tim yang dimaksud agar dapat menutup permanen puluhan THM yang masih beroperasi di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Iya bang nanti bentuk tim terpadu dulu dari beberapa instansi terkait dan institusi lain biar jalannya bisa selaras,” ungkapnya.

Sebelumya, untuk membentuk masyarakat yang teratur, hukum dijadikan sarana untuk mencapai terwujudnya keadilan sosial. Ketidakjelasan dalam merealisasikan Perda di Kabupaten Bekasi menjadi perbincangan dalam naskah ini.

Mengarah ke persoalan THM Infinity. Usut punya usut, kejadian penutupan THM itu banyak orang ramai-ramai menilai tidak berdasarkan aturan yang ada dan ditenggarai tebang pilih.

Perlu diketahui, jika Pemkab Bekasi menegaskan Perda Nomor 3 Tahun 2016 Pasal 47 untuk menutup Infinity, seharusnya Pemkab Bekasi menindak tegas tempat-tempat hiburan sejenisnya demi kejelasan yang rasional. Apalagi Satpol PP di bawah kepemimpinan Deni Mulyadi yang gencar razia dalam laporan penggunaan anggarannya.

(rm/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *