Satu Lagi Mafia Tanah DiKabupaten Bekasi Bakal DiBekuk Kembali

Analistiknews||Kab Bekasi_Mafia tanah nampaknya betul-betul menjadi incaran Aparat Penegak hukum (APH) Kabupaten Bekasi. Hal ini terbukti pada fokusnya petinggi para aparat yang gencar menangkap oknum-oknum mafia tanah. Rabu (21/9/2022)

Diketahui Polres Kabupaten Bekasi saat ini menaikkan status kasus mafia tanah yang ada diwilayah Desa Setialaksana Kecamatan Cabangbungin dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Kuasa Hukum Korban Eri Efendi, SH. mengatakan, perkara yang ditangani saat ini sudah memasuki tahap penyidikan. Menurutnya, jika sudah masuk tahap penyidikan tentunya sudah ditemukan tindak pidananya.

“Perkara dugaan oknum mafia tanah di Desa Setialaksana sudah di keluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) oleh pihak Polres Kabupaten Bekasi tertanggal 16 Juni Tahun 2022 dengan nomor SP. Sidik. /1696/VI/2022,” kata Eri.

Modus operandi oknum mafia tanah di situ dengan terlapor atas nama Marjaya itu, kata Eri adalah dengan cara, tanah yang masih berbentuk sawah yang pemiliknya bertempat tinggal di luar Kabupaten Bekasi lantas oknum membuat Akta Jual Beli (AJB) Palsu. Kemudian menjual tanah atau menggadaikan kepada para korban.

“Jadi terlapor ini madusnya adalah mengklaim tanah orang lain dengan bukti kepemilikan surat palsu dan surat palsu tersebut sudah dibenarkan palsunya oleh pihak pemerintah desa setempat hingga kecamatan, karena tidak teregistrasi di buku tanah pemerintah kecamatan,” imbuhnya.

Menurutnya, tidak sedikit yang menjadi korban oknum mafia tanah di Desa Setialaksana. Dengan begitu tidak sedikit juga para korban yang sudah melaporkan ke pihak kepolisian.

“kalau bicara korban sudah banyak yang laporan,” ucapnya.

Kata Eri, Klien yang dibantunya adalah salah satu korban yang mengeluarkan uang untuk memegang gadai tanah sawah yang nilai nya puluhan juta rupiah. Sementara saat Kliennya hendak mengelola tanah tersebut ada pemilik aslinya dengan bukti-bukti kepemilikannya.

“ini jelas mafia tanah tidak punya tanah mengklaim tanah orang lain dengan surat palsu. Kemudian, memanfaatkan dan menjual tanah orang lain tanpa hak,” paparnya.

“Semoga perkara ini segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi. Dan semoga JPU-nya (Jaksa Penuntut Umum) juga profesional sesuai intruksi Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin yang sedang gencar memberantas para Mafia tanah,” pungkas Eri.

(rm/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *