Pasca Kenaikan BBM, Nelayan Di Muaragembong Berhenti Melaut

Analistiknews||Kab Bekasi_Paca kenaikan BBM Hampir semua aspek masyarakat kecil terganggu aktivitasnya. Kali ini, Media Analistiknews.com mencoba menelisik ke wilayah bagian utara Kabupaten Bekasi yakni, Kecamatan Muaragembong. Sabtu (10/9/2022) aktivitas nelayan di Muara Bendera terlihat tidak seperti biasanya, bahkan sejumlah kapal besar tak lagi melaut.

Pasca Kenaikan BBM, membuat nelayan harus merogoh kantong dalam-dalam. Kendati demikiqn, nelayan keluhkan nilai jual hasil tangkapan belum juga naik. Oleh karenanya, sejumlah nelayan putuskan untuk tidak melaut.

Abduloh contohnya, Warga Kampung Singkil Muaragembong, Abduloh mengatakan dirinya tidak melaut karena nilai jual udang ke pelelangan belum juga naik. Sementara harga BBM untuk kapal Ia tidak menampik harus lebih mahal dari sebelumnya.

“Saya gak melaut bang mulai hari ini. Kayanya gak tau sampai kapan saya ga melaut. Nunggu harga udang naik aja kali bang,” paparnya.

Lelaki yang akrab disapa Duloh juga menjelaskan, nelayan di Muaragembong berharap ada kebijakan dari pemerintah yang membantu mereka, terutama bagi nelayan yang menggunakan perahu kecil untuk menangkap target.

“Ya kita habiskan waktu untuk rapi-rapi perahu dan jaring aja bang. Intinya kita nunggu kebijakan pemerintah,” imbuhnya.

Duloh sebagai nelayan udang, dengan bermodalkan perahu yang tak begitu besar dan jaring (bubu naga), saat moment kenaikan BBM ini bak mencekik dirinya dan teman seprofesi.

Dirinya juga mengatakan, meski harga BBM naik, sejumlah nelayan dengan kapal besar tetap harus melaut. Karena harus bertanggung jawab atas kelangsungan hidup puluhan anak buah kapal yang hanya menggantungkan hidup dari upah mencari ikan dilaut.

“Rasanya pusing banget bang kalo BBM naik. Saya mau makan apa kalo saya ga nyari udang,” tuturnya.

(rm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *