Pasca BBM Naik, Ini Analisa Konversi Upah Buruh Versi Maha Rira

Analistiknews.com||Kab Bekasi_Berikut analisa kenaikan BBM pasca melesat menyentuh rekor tertinggi di Indonesia. Kali ini, analisa tersebut datang dari Tokoh Kabupaten Bekasi, Maha Rira. Selasa (6/9/2022),

Lelaki yang akrab disapa Rira itu mengatakan, dengan kenaikan pertalite dari Rp7650 per liter hingga menyentuh angka Rp10.000 per liter berarti kenaikannya Rp2350 atau sekitar 30,7%. “Kenaikkannya sangat berpengaruh ke masyarakat, pasti. Apalagi buruh atau pekerja lainnya,” ungkapnya.

Kenaikkan BBM yang juga melibatkan solar dari angka Rp5150 menjadi Rp7200, berarti Rp2050 atau sekitar Rp.39% kata Rira, ini akan memengaruhi daya beli buruh.

“Nah seberapa menurun upah buruh di Kabupaten Bekasi jadinya. Jika dibandingkan dengan biaya kehidupan buruh saat ini,” paparnya.

Berikut analisis upah buruh yang dikonversi versi Maha Rira.

Rp4,17 juta -.Rp 1.281.725

Rp4,5 juta -.Rp 1.381.500

Rp5 juta. – Rp.1.535.000

Rp5,5juta . -.Rp.1.688.500

Rp6 juta. -.Rp 1.842.000

Rp6,5 juta -.Rp.1.995.000

Rp7 juta. -.Rp. 2.149.000 “Dan seterusnya kira-kira gaji buruh dengan nominal yang terima setiap bulan kira-kira segini,” imbuhnya.

“Nah beberapa kenaikan harga barang-barang yang akan buruh beli jika buruh konversikan terhadap kenaikan harga solar sebagai transportasi. Biayanya kalo biasa membeli sepotong tempe dengan angka Rp5 ribu rupiah maka akan naik 39% -nya menjadi Rp6950 atau dibulatkan Rp7 ribu rupiah naik berkisar Rp1950 – Rp2 ribu rupiah. Jika beras biasa dibeli dengan angka Rp8 ribu rupiah maka akan naik menjadi Rp11.120 rupiah,” jelasnya.

Kenaikan BBM beberapa waktu lalu, kata Rira dipastikan inflasi terus melaju. Hal itu menjadi ancaman bagi ketahanan ekonomi masyarakat. Komposisi pekerja informal yang kian mendominasi serta upah riil pekerja yang kian menurun membuat posisi masyarakat secara umum kian tertekan.

Baru saja menapaki tangga pemulihan, kini daya beli masyarakat kembali terguncang. Sebelumnya, daya beli masyarakat, terutama kelas menengah bawah, tergerus lantaran pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat pendapatan berkurang. “Dapat dipastikan penurunan daya beli ini akan mengakibatkan semakin banyak orang miskin. Subsidi yang akan diberikan pemerintah empat bulan sekali sebesar Rp600 ribu rupiah untuk 16 juta pekerja yang bergaji di bawah Rp3,5 juta, saya yakin tidak akan banyak membantu,” paparnya.

“Sejak Indonesia merdeka, inilah kenaikan BBM yang tertinggi. Selamat berbahagia bagi kita semua,” pungkasnya.

(rm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *