Pro Dan Kontra Tujuan Emil Gelar Pahlawan Nasional Dan Alun-alun Unsur Politis

Analistiknews||Kab Bekasi_Kita perlu tahu, ini gelar yang tidak bisa diberikan kepada sembarang orang yaitu, ‘Gelar Pahlawan Nasional’. Baru-baru ini, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan dirinya akan mengajukan Gelar Pahlawan Kiai Haji Ma’mun Al-Nawawi sebagai Pahlawan Nasional. Ungkapan tersebut dipaparkan saat perhelatan HUT Kabupaten Bekasi yang ke 72 tahun, di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi.

Tak hanya itu, Ridwan Kamil juga mengatakan dirinya akan membuatkan alun-alun hingga islamic centre untuk masyarakat Kabupaten Bekasi.

Hal itu pun disindir Tokoh Kabupaten Bekasi, Maha Rira. Ucapan Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Emil itu, Maha Rira menilai ada unsur politis peranti 2024 mendatang dan pesimis gelar pahlawan nasional tidak akan terjadi pada masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat. Meski tiga tujuan tersebut bernilai positif dan jika terealisasikan tentu sangat membanggakan masyarakat Kabupaten Bekasi.

“Kang Emil itu akan berakhir masa jabatannya pada 2023. Upaya ini saya menilai hanya angin-angin segar saja dan bentuk politis 2024 mendatang. Secara fakta saya juga mendukung gelar Pahlawan Nasional diberikan Kiai Haji Ma’mun Al-Nawawi, karena beliau adalah seseorang yang berjuang melawan kolonialisme di NKRI,” papar lelakiyang akrab disapa Rira itu, Sabtu (3/9/2022).

Menjelang 2024, Rira juga mengatakan jangan ada polarisasi politik identitas, politisasi agama. Emil cukup bergerak ke depan dan tak perlu lagi membahas hal-hal usang. Apalagi, konflik yang terjadi selama ini kerap dipicu oleh hal seputar politik identitas, termasuk agama.

“Jangan sampai kita terdampak angin segar orang yang sedang berpolitik. Pola yang dimainkan ya pola usang, pola-pola yang sudah dimainkan orang-orang yang terdahulu. Perlu disebut namanya?,” kelakar dan pungkas dia.

(red/rm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *