Upacara HUT RI Di Kab Bekasi Di Ciderai

Analistiknews||Kab Bekasi_Tak mencerminkan sikap nasionalis yang tinggi dan terkesan tak menghargai, Peringatan Upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 77 diKecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi dicoreng dengan proses pelaksanaan pengibaran bendera merah putih yang dilakuan pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA) yang diduga adalah peserta didik dari MAN 3 Bekasi.

Dipertontonkan dalam sebuah rekaman video, proses pengibaran bendera disisipkan aksi joget-joget yang dilakukan Paskibra Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi.

Oleh sebagian masyarakat, hal ini dianggap telah mencoreng Karena telah melampaui batas. Acara yang harusnya berlangsung hikmat malah ternodai dengan perilaku yang tidak mendidik.

Dok. paskibra Kecamatan Cabangbungin yang lakukan aksi joget-joget

“Saya sedih liatnya juga. Ga ada yg pantas jadi pemimpin kalau urusan upacara dianggap sepele. Padahal ini adalah hari besar negara” Ucap Tuti salah satu peserta upacara sambil menampakkan raut muka kesedihan. Rabu 17/08/202.

Dan yang lebih membuat dia heran, para petinggi peserta upacara yang hadir, para aparat baik Pemerintah, TNI dan polri seperti diam bukan malah melarang.

“Aparat bukannya ngedamprat malah seperti diam” keluhnya.

Acara pelaksanaan upacara tersebut dianggap sakral sebab h itu adalah salah satu bentuk ungkapan rasa dalam mengenang perjuangan pahlawan yang telah berusaha payah merebut kemerdekaan.

Patut untuk diketahui, Makna kemerdekaan sangatlah penting bagi masyarakat indonesia, dimana jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945 untuk itu setiap tahunnya dilakukan upacara memperingati HUT kemerdekaan Rebuplik Indonesia sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa dan mengenang kembali jasa para pahlawan yang ikut serta dalam proses kemerdekaan Indonesia.

Dijelaskan dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera, upacara bendera di merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang mencakup nilai-nilai penanaman sikap disiplin, kerja sama, rasa percaya diri, dan tanggung jawab. Dengan begitu, hal ini dapat mendorong lahirnya sikap dan kesadaran berbangsa dan bernegara serta cinta tanah air.

Pada implementasinya, malah seakan terbalik, pendidik seperti tak mendidik. dengan adannya kejadian seperti itu membuktikan kebobrokan mental karena diduga telah mengajarkan dan mempertontonkan perlaku buruk di depan orang banyak dan yang lebih mengejutkan terjadi didalam acara penting.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *