Bukan Produck Batching Plan Bangunan Sekolah DiBekasi Rawan Ambruk

Analistiknews||Kab Bekasi_Sempat ramai dalam pemberitaan beberapa Minggu yang lalu, kegiatan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) Sekolah Dasar Jayalaksana 04 Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi diduga cacat mutu.

Pasalnnya kegiatan yang dikerjakan mitra Pemerintah Kabupaten Bekasi PT. RANGGA PRATAMA MANDIRI dengan pagu anggaran mencapai satu miliar lebih, dalam proses pengecoran dilakuan hanya dengan menggunakan mixer kecil dan tidak menggunakan hasil produk Batching Plant.

Dok . proses pekerjaan pengecoran menggunakan concrete mixer

Seperti halnya kritik yang pernah dilontarkan Samsul Rizal dalam sebuah pemberitaan dibeberapa minggu yang lalu, menurutnya kualitas beton yang dihasilkan dengan cara seperti itu, hasilnya tidak dapat diukur, apakah sudah pas dan sesuai dalam kentuan yang sudah ada.

Dengan proses pekerjaan yang dilakuan hanya dengan mixer seperti itu, Samsul menilai kualitas mutu yang dihasilkan tidak dapat diketahui (tidak dapat dihitung). Dalam arti, apakah sama jumlah kualitas mutu yang dihasilkan dengan cara menggunakan mixer kecil dengan yang sudah ditentukan dalam rancangan Anggaran Biaya (RAB) atau yang sudah ditentukan oleh konsultan.

Apabila kualitas tidak sama dengan yang sudah ditentukan, Pakah tidak menutup kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan akan terjadi dikemudian hari.

“Kalau kualitas beton tidak dapat diukur atau diketahui, apakah bisa menjamin kualitasnya akan bagus. Kalau tidak bagus apakah tidak beresiko dikemudian hari, mengingat sudah banyak buktinya akibat kontruksi yang tidak mengikuti standar, banyak bangunan sekolah yang ambruk. Hal ini berseiko terhadap keselamatan anak didik” komentar Samsul Rizal dalam sebuah pemberitaan beberapa Minggu yang lalu. 01/08/2022

Dijelaskan, batching plan adalah tempat produksi ready mix atau beton curah siap pakai. Pengadukan atau mixing tersebut dilakukan dengan formulasi berkekuatan tinggi dan dikerjakan oleh tenaga profesional dibidangnya sehingga dapat meramu antara campuran semen, pasir, krikil atau agregat dan air. Sehingga menghasilkan kualitas beton yang baik dan sesuai dengan takaran dan diketahui jumlah mutu beton yang diinginkan dalam sebuah bangunan.

Bukan hanya kritik tentang proses pekerjaannya saja, bentuk kekecewaan pun di utarakannya terhadap pengawas, menurut pengakuannya, pengawas tidak sigap dalam menentukan sikap. Bukan mengambil langkah dalam menjalankan tugas dan poksinya, pengawas malah memblokir nomor Samsul setelah melakukan komunikasi dengan pengawas.

“Saya sedikit kecewa kepada pengawas, saya berharap dengan adanya informasi yang saya berikan, pihaknya mengambil langkah dalam menjalankan tupoksinya. Dikala saya meminta tanggapan tentang pekerjaan seperti itu, nomor saya sepertinya di blokir” ungkap Samsul Rizal yang juga sebagai ketua terpilih DPK KNPI Cabangbungin. Selasa 09/08/2022

Disisi lain, Bukan hanya Samsul. Melihat kondisi pekerjaan yang dilakukan dengan cara seperti itu, salah satu anggota komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Saipul Islam pun ikut berkomentar. Dia mengatakan, apabila pekerjaan tersebut tidak sesuai, dia meminta Dinas terkait agar memberhentikan kegiatan tersebut.

“Coba diminta gambar teknisnya bang. Kalo ga sesuai, meminta dinas terkait untuk memberhentikan kegiatan tersebut” ucap Saipul Islam, salah satu anggota komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, dalam sebuah pesan singkat WhatsApp pada senin 08/08/2022.

Dapat disimpulkan, diduga lemahnya segi pengawasan dalam kegiatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi, membuat kontraktor seakan sembrono dalam melaksanakan pekerjaan, hal ini bisa berujung pada mengurangnya standar kualitas pada bangunan, dan cenderung tidak akan bertahan lama.

(Yudi/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *