Kades Gali Kuburan BPD Sukamaju


Analistiknews||Kab Bekasi_Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukamaju Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi membuat pengakuan.

Dalam keterangannya pada saat berkomunikasi melalui telepon seluler kepada media Analistiknews.com dia mengatakan, posisinya sebagai BPD seakan tak berarti apa-apa dimata Kepala Desa Sukamaju.

Keberadaan dirinya serta  jabatan sebagai ketua BPD yang diamanahkan kepadanya tidak diendahkan dan seperti  dibuat mati fungsi. 

Kekecewaan berat terhadap Pemerintah Desa Sukamaju Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi tersebut pun terlontar dari mulutnya, lantaran dia mengaku dirinya dianggap seperti tidak ada oleh Kepala Desa Sukamaju.  

“Saya tidak pengen dihargai, atau pengen dihormati. Paling tidak saya dilihat kalau BPD Sukamaju itu ada begitu” ujar ketua BPD kepada Media Analistiknews pada saat berkomunikasi melalui telepon seluler. Selasa 12/07/2022  

Diapun menceritakan, sosok dirinya sebagai ketua BPD Sukamaju selama ini seperti disepelekan dan bahkan yang lebih mengejutkan lagi, tugas dan fungsinya sebagai Ketua BPD yang juga memiliki fungsi sebagai pengawas kinerja Kepala Desa  seperti dilewatkan. Sampai-sampai terkait berkas Laporan kegiatan selama satu tahun di tahun 2021 pun dia tidak pernah menandatanganinya, karena dianggap tanda tangan ketua BPD sudah tidak diperlukan lagi.   

  Sebab, menurut pengakuannya berdasarkan info yang dia terima dari bendahara Desa Sukamaju, tanpa tanda tangan ketua BPD pun, laporan kegiatan masih bisa tetap sah dan kegiatan tetap dapat berjalan,  anggaran Dana Desa pun tetap bisa dicairkan.  

“Satu tahun saya tidak pernah menandatangani pelaporan hasil kegiatan tahun 2021” cetusnya  

“Waktu itu bang ceritanya anggota saya sudah pada tanda tangan, saya belum sendiri. Saya tahan, saya mau Perdes APBDes dikeluarkan, baru saya akan tanda tangan.  Ibarat sah, kalau kata bendahara bilang mah, walaupun ketua tidak tanda tangan kalau semua anggota BPD tanda tangan, semuanya mah bisa sah. Katanya begitu” ucapnya dengan gamblang.  

Dia menjelaskan, Sikap keidialisannya dalam bekerja, dan menginginkan adanya transparansi Pemerintah Desa Sukamaju kepada BPD seperti dipandang salah oleh kepala Desa, bahkan surat pemanggilan yang pernah beberapa kali di layangkan oleh BPD, tidak pernah dihiraukan Oleh Kepala Desa Sukamaju. 

“Kan saya bilang, jangan sampai saya juga ikut dipertanyakan.    ketika ada hal-hal yang tidak saya inginkan, BPD itu diikutsertakan. Dalam arti kata, saya harus jawab juga. Lah saya mau jawab apa coba? sementara kinerja Kepala Desa apa saja kita g tau.  malah dikata sebaliknya,  apa kerjanya BPD?” paparnya.  

“Padahal mah kita udah sering bangat bang, sudah berkali-kali kita ngomong, coba kasih tau yang sudah terealisasi mana-mana, evaluasi kita sudah tiga kali bang. Ketika saya dipertanyakan, kan saya sudah evakuasi cuma dari Kepala Desa tidak menghiraukan itu.” Tutupnya.      

Diketahui dalam Undang-undang nomor 06 tahun 2014 bagian ke tujuh, pasal 55 tentang BPD dijelaskan, tugas dan fungsi BPD antara lain adalah membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa; Menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa; dan Melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa. Namun menurut ketua BPD, hal ini seakan tidak digubris oleh kepala Desa.

  (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *