Ketua Komnaspan : Diduga Laporan Anak Buah Ke Kadinkes, Bohong

Analistiknews||Kab Bekasi_Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Sri Enny Mainiarti menepis tudingan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cabangbungin telah menolak pasien, Warga Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin. Anjang, Kata dia, Anjang telah diterima dengan baik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada waktu itu dan telah ditangani dokter jaga anam nesa, serta telah diobservasi.

“Jadi tidak ada penolakan terhadap pasien yang datang ke RSUD Cabangbungin, pasien datang ke IGD di terima dokter jaga di anam nesa dan di observasi dengan diagnosa fistula anii, dokter juga mengedukasi perawatan pus sementara dan diarahkan untuk datang ke RS yang lebih lengkap alatnya karena di RS Cabangbungin belum ada pemeriksaan fistulografi. Kemudian pasien pulang di berikan resep tapi resep tidak di diserahkan ke apotik untuk pengambilan obat, pasien langsung pulang,” kata Sri.

Sementara itu, Ketua DKD Komnaspan Kabupaten Bekasi, Samanhudi menuding pernyataan yang dilontarkan Kadinkes adalah info tidak benar. Kata dia, anak buah Kadinkes yang berada di RSUD Cabangbungin memberikan informasi diluar kejadian sebenarnya.

pasien yang diduga ditolak

“Tidak ada tindakan observasi ke pasien, tidak ada saran rujukan. Info dari RSUD Cabangbungin ke kadinkes bertolak belakang dengan kejadian sebenarnya,” kata lelaki yang akrab disapa Saman itu.

Saman juga mengatakan, RSUD Cabangbungin telah beberapa tahun semenjak dibangun masih saja sepi pengunjung.

Hal ini dikatakannya, bukan karena lingkungan sekitar telah menjadi sehat dan atau tidak ada masyarakat yang sakit. Namun, lanjut dia, pihak RSUD Cabangbungin dan pihak terkait sangat minim sosialisasi.

“Anak buahya bohong itu. Kaga ada tindakan observasi, kaga ada saran rujukan. Saya udah telpon dr Angga sebagai Kasi Yanmas. Saya berharap fungsi RSUD sesuai tujuan apalagi sekarang udah BLUD, liat saja RSUD cabangbungin sunyi pasien karna sosialisasi nya minim, masyarakat enggan berobat karena taunya masih bekas penampungan covid. Mohon fungsikan RSUD sesuai tujuan rumah sakit, ganti pejabat yang malas dan nakal,” tandas Saman juga.

Diberitakan sebelumnya, dibagian paha Anjang terdapat infeksi (bisul, red) Anjang ingin ditangani oleh pihak RSUD. Namun, penuturannya, pihaknya ditolak dengan alasan ketidakadaannya alat di RSUD Cabangbungin, bahkan tidak diberi obat untuk merda nyeri dibagian pahanya.

“Kata petugas pendaftaran, ini mah pake umum, iya udah pake umum ga apa-apa, saya isi formulirnya, lah pas saya keluar, enggak bisa bang tadi dokter bilang sama saya,” kata Anjang.

(red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *