Haknya Disunat Anggota BPD, Warga Desa Telukambulu Geram

Analistiknews||Karawang_Warga Desa Telukambulu kecamatan Batujaya kabupaten Karawang geram atas apa yang dilakukan salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Telukambulu kecamatan Batujaya kabupaten Karawang.

Warga menilai, Seorang tokoh perwakilan masyarakat yang dianggap bisa mewakili mereka, malah memanfaatkan situasi dengan menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Berdasarkan aduan masyarakat setempat, Salah satu anggota BPD Desa Telukambulu berinisial (AD) diduga telah menyunat uang kompensasi hak warga terdampak, karang Taruna serta bantuan untuk Tempat Ibadah (Masjid) yang diberikan pihak proyek Citarum Harum.

Menurut keterangan yang disampaikan Edidan istrinya, uang kompensasi yang diberikan AD untuk warga terdampak tidak sesuai dengan apa yang telah dititipkan pihak Citarum Harum Kepadanya.

Pasalnya uang kompensasi sebesar Rp 15.000/ritasi yang sudah berjalan dari 02 oktober 2021 lalu, hingga saat ini terhitung mecapai ribuan rit, dan jika dikalkulasikan mencapai hingga puluhan juta rupiah yang telah diterima AD.

“Jumlah yang di kasi dari (AD) pertama RP 1.700.000,-. kedua Rp 30 ribu / amplop di kali kurang lebih 30 warga. Ketiga 3 juta, hanya itu. Dan uang 3 juta pun diserahkan setelah ibu-ibu pada demo” ungkap edi dan istri.

Disisi lain, ungkapan rasa kekecewaan yang disertasi amarah pun terlontar di Ketua Karang Taruna Desa Telukambulu H. Suparman, dia meminta kepada Ketua BPD untuk mengambil sikap tegas terhadap apa yang telah dilakukan anggotanya, dan meminta kepada AD untuk memberikan apa yang sudah menjadi hak warga serta masjid

.”Saya minta AHMAD balikin duit masyarakat dan untuk masjid, ” ucap ketua karang taruna kepada media Analistiknews. Kamis 10/03/2022

Sampai pemberitaan ini diterbitkan, AD belum bisa dijumpai untuk dimintai keterangan.

(Anggi fauzi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *