Tanggul Kembali Amblas, Masyarakat Minta Perbaikan Permanen

Analistiknews_Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Bekasi Henri Lincoln beserta jajaran dan Muspika Kecamatan Cabangbungin kembali meninjau tanggul sungai Citarum yang belum lama ini kembali amblas di kampung tapak serang Desa Lenggajaya Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi.

Entah apa penyebabnya, upaya perbaikan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Citarum yang saat ini sedang dalam proses, seakan sia-sia. Sebab pekerjaan yang seharusnya selesai dalam waktu dekat, sepertinya harus kembali mengulang.

Senin lalu (3/1/2022), awak media Analistiknews pernah menanyakan kepada salah satu pekerja (Hendi) terkait penyebab kali kedua tanggul Citarum alami amblas, menurut dia itu adalah salah satu faktor alam.Namun Hendi juga menyarankan, serarusnya di pasang Spun pile terlebih dahulu sebelum pasangan batu Bronjong.

Hendi (pekerja)

“Kalau saya pikir, itu harus pasang Spun pile biar lebih aman” ucap Hendi. Senin (3/12/22)

Melihat kondisi saat ini, masyarakat sekitar khawatir apabila tidak ada penanganan yang lebih intensif, akan berdampak kepada mereka. Mengingat cuaca dan kondisi alam yang tidak bisa diprediksikan dan banjir sungai Citarum tidak dapat di tebak kapan akan datang.

Hal tersebut pun diungkapkan Rahman warga Desa Batujaya Kecamatan Cabangbungin, Menurutnya pekerjaan perbaikan tanggul tersebut bukan hanya sekedar tambal sulam, melainkan harus dibuat pemanen, agar masyarakat bisa tenang dan tidak khawatir lagi.

“Jujur saya kecewa bangat, kalau cuma dilangak longok, dilihat diakar ukur doang ya buat apa bang” ungkap Rahman.

“Masyarakat disini sudah resah mintanya permanen Jangan cuma begini tebal sulam, ini yang sekarang sedang dikerjakan saja sudah amblol, bagaimana mau bener” lanjutnya dengan nada kesal. Selasa (4/1/22)

Hasil pantauan dilokasi, guna mengantisipasi terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, saat ini Pihak BPBD Kabupaten Bekasi bersama Muspika dan jajaran lainnya, lakukan pendirian posko bertujuan memantau perkembangan dilokasi.

(Purnama)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *