Diduga Merusak Ekosistem Laut, Aktivis Mahasiswa Pinta Pemda Bertindak Tegas

Analistiknews_Kelompok Aktifis mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Melawan Ketidakadilan Rakyat Kabupaten Bekasi memprotes keras terkait adanya aktivitas perpindahan bahan baku batubara yang diduga milik PT Cikarang Listrindo tbk (CL) Babelan yang terjadi di perairan Muaragembong Kabupaten Bekasi.

Adanya dermaga tempat dilakukannya proses perpindahan batubara mengakibatkan debu-debu/serpihan batubara berterbangan dan berceceran dipermukaan laut.

Menurut salah satu aktivis mahasiswa Bekasi Muhammad Ifky, Hal tersebut diduga dapat temerusak ekosistem laut disekitarnya serta dapat mencemari lingkungan dan berdampak kepada masyarakat, lebih-lebih pada saat terjadinya banjir rob sekarang ini.

Muhammad Ifky yang juga kordinator Aliansi Mahasiswa Melawan Ketidakadilan Rakyat Kabupaten Bekasi mengungkapkan, dirinya mengecam keras terkait adanya kegiatan penyebab banyaknya serpihan batu bara yang berceceran kelaut karena dianggap beracun sehingga dapat mengancam lingkungan.

Proses perpindahan batubara di tengah perairan Muaragembong

Dia juga mengatakan, batu bara dapat menciptakan efek kerusakan yang dapat mengancam biota laut.

“Yang jadi masalah, batu bara tidak bisa terurai, Kalau itu masuk ke laut jelas akan mencemari ekosistem disitu” ucap Ifky. Rabu 15 Desember 2021

“Biota laut tidak akan mendekat karena ini beracun, apalagi kalau terjadi banjir rob, air laut akan masuk kepemukiman warga pesisir pantai, Jadi imbasnya bukan hanya ikan akan tetapi masyarakat juga” lanjutnya

Dia pun menambahkan, Mengacu pada Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), dalam hal ini Pemerintah Daerah harus bertindak tegas dan memproses secara aturan yang berlaku bagi perusahaan yang melakukan aktivitas dengan tidak memperhatikan lingkungan.

“Baik itu disengaja atau tidak, perusahaan harus bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan yang berasal dari aktifitasnya,” paparnya dengan tegas.

Kalau kita liat kembali persoalan ekonomi lingkungan di sisir pantai, itu banyak menimbulkan kerugian bagi nelayan, ini harus di tindak tegas oleh Pemerintah Daerah serta berikan tindakan bagi mereka yang melecehkan lingkungan hidup” Tutupnya.

(Andani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *