Terabaikan, Proyek Kolam Retensi Timbulkan Keresahan

Analistiknews_Secara spesifik kolam retensi dibuat bertujuan untuk memangkas besarnya puncak banjir yang ada di sungai, sehingga potensi air meluap melewati tanggul (over topping) yang mengakibatkan kegagalan tanggul dan luapan sungai tereduksi. Dan Itulah yang diharapkan masyarakat Desa Jayalaksana Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi.

Adanya proyek pekerjaan kolam retensi waktu itu yang berada di kampung Bojong RT 005/001 Desa Jayalaksana Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi yang semula diharapkan masyarakat Jayalaksana dapat bermanfaat bagi mereka, dengan dilihat dari kondisi saat ini, justru malah menimbulkan kekhawatiran. Pekerjaan proyek yang mangkrak (terbengkalai) dianggap sebagai pemicu keresahan warga sekitar kolam.

Kenapa? selepas di galinya lokasi tersebut dengan menggunakan alat berat namun tidak terselesaikan, saat ini membuat tanah sekitar kolam menjadi labil dan cenderung amblas.

Kondisi proyek Kolam Retensi saat ini

Bukan hanya itu, tidak adanya pembatas di sekitar area galian juga dikhawatirkan para orang tua dikarenakan banyak anak-anak bermain disekitarnya, hal tersebut diungkapkan Irwansyah Kades Jayalaksana Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi.

“Dengan kondisi pekerjaan yang lama dibiarkan mangkrak, saya sangat khawatir menimbulkan sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi, sebab tanah di pinggiran kolam saat ini menjadi labil sehingga mudah amblas” ucap Kades Jayalaksana

“Bukan hanya itu, didaerah sekitaran galian sering dijadikan tempat untuk anak-anak bermain, sehingga menimbulkan kekhawatian para orang tua” lanjutnya.

Dalam hal ini, Irwansyah Kelapa Desa Jayalaksana meminta kepada pihak Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Provinsi Jawa barat dapat segera merampungkan proyek tersebut atau dapat melanjutkan sampai dengan selesai, tidak dibiarkan dan ditinggalkan terbengkalai begitu saja.

Bukan hanya kades Jayalaksana, Samsul Rizal salah satu warga Desa Jayalaksana pun sanga mengharapkan proyek kolam retensi tersebut dapat diselesaikan sehingga kedepannya dapat bermanfaat untuk semua, dan bukan membuka peluang yang mengancam jiwa.

“Saya berharap kepada pihak BBWSC Provinsi Jawa barat dapat segera melanjutkan proyek kolam retensi tersebut, agar bisa menjadi manfaat yang bisa menjadi solusi dikala musim banjir datang dan juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat diakal musim kemarau tiba, bukan lubang yang menciptakan acaman yang membahayakan jiwa” tuturnya.

(M Toha)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *