Minta Segera Dipenjarakan, Ratusan Awak Media Lakukan Unjuk Rasa

Analistiknews_Setelah laporkan ke Polres Karawang, Ratusan insan pers yang tergabung dalam Forum Jurnalis Karawang (FJK) lakukan unjuk rasa di Bundaran Mal Ramayana Karawang. Selasa (28/9/2021).

Hal tersebut merupakan aksi dengan tujuan meminta agar pihak kepolisian segera menangkap dan memenjarakan salah Seorang pengguna akun Facebook “Momo Dhio Alief”

Pasalnya, dia dianggap telah menghina profesi wartawan dengan sebutan ‘Oteng-oteng’ dalam sebuah postingan facebook milik pribadinya.Dalam orasinya, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Karawang, Ega Nugraha menyampaikan, aksi yang dilakukan para wartawan sama sekali tidak memiliki muatan atau kepentingan politik. “Meskipun yang bersangkutan (Momo Dhio Alief), memiliki hubungan kekeluargaan dengan salah satu pejabat tinggi di Karawang,” ujar Ega.

Tugas jurnalis hanya sekedar untuk menyampaikan kebenaran informasi melalui tulisan. Maka apabila setiap bentuk karya jurnalistik dihinakan dengan sebutan ‘Oteng-oteng’, sudah tentu postingan Momo Dhio Alief di facebook tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap profesi wartawan.

“Jika Karawang ingin kondusif, maka hari ini kami menuntut agar pihak kepolisian segera menangkap dan memenjarakan Momo Dhio Alief,” lanjut Ega Nugraha.

Sementara, Ketua Media Online Indonesia (MOI) Karawang Latifudin Manaf menegaskan, siapa saja yang menghina profesi wartawan, maka harus dipidanakan. Ia pun kembali menegaskan, jika aksi wartawan hari ini bersih dari kepentingan politik.

“Jangankan sekelas Momo Dhio Alief, mau bupati, wakil bupati atau pejabat manapun, jika menghina profesi wartawan, maka harus dipenjarakan. Karena kami bekerja dilindungi Undang-undang,” ucap Latif dalam orasinya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Karawang, Nurdin Pelez meminta, agar hari ini pihak kepolisian segera menangkap dan memeriksa Momo Dhio Alief. Jika tidak, maka para insan pers Karawang akan melanjutkan aksinya ke Mapolres Karawang dengan jumlah masa yang lebih banyak lagi.

“Segera tangkap Momo Dhio Alief si penghina profesi wartawan. Jika tidak, maka aksi ini akan berlanjut di kantor polisi,” timpal Nurdin dalam orasinya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, aksi yang dilakukan kali ini bukan hanya FJK, tapi MOI, IWO, AJI, SMSI, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), hingga Persatuan Wartawan Indonesia) ikut serta.

Sekitar pukul 11:00 wib, aksi bertolak kedepan gerbang kantor Pemda Karawang karena dikabarkan, pemilik akun Facebook “Momo Dhio Alief” merupakan keluarga atau saudara dari salah satu pejabat tinggi Pemda Karawang.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *