Nelayan Tradisional Keluhkan Adanya Aktivitas Perpindahan Batubara Di Perairan Utara Bekasi

Aktivitas kegiatan perpindahan batubara di perairan Utara Bekasi

Analistiknews_PT Cikarang Listrindo TBK (CL) Babelan, adalah Perusahaan pembangkit listik yang berfungsi mengaliri arus listrik menuju kawasan-kawasan industri di Kabupaten Bekasi.

Perusahaan pembangkit listrik berbahan baku batu bara yang aktivitas pemindahan dari kapal tongkang besar ke kapal tongkang kecil di perairan Utara Bekasi, diduga berdampak bagi para nelayan traditional serta petani tambak.

Berdasarkan penuturan Asmat salah satu nelayan yang berdomisil dikampung pondok dua Desa Huripjaya kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi, apabila angin laut berhembus kedarat serpihan-serpihan batu bara yang mengapung di permukaan laut ikut terbawa sampai ketambak sehingga mengakibatkan bibit-bibit ikan ditambak mati, bahkan ikan besar pun ada juga yang mati.

“Kalau angin niup kedarat, air laut masuk ketambak, ikan bisa pada mati. bibi-bibit, Ikan yang besar juga pada mati” keluh Asmat pada saat diwawancarai”. Rabu (25/8/202)

Hermin, ketua terpilih Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi pun mengatakan, dari hasil penelusuran bersama nelayan pada Rabu (25/8), Dia mendapati adanya serpihan atau debu-debu yang di duga adalah batubara berceceran diatas permukaan laut hasil dari aktivitas perpindahan batu bara dari kapal tongkang besar ke kapal tongkang kecil.

Hal tersebut, dia menduga dengan adanya debu-debu batu bara yang berceceran tersebut dapat merusak ekosistem laut serta mengganggu habitat atau populasi ikan yang berimbas pada mengurangnya penghasilan para nelayan traditional dalam memperoleh ikan.

“Perpindahan batu bara dari kapal tongkang besar ke kapal tongkang kecil yang berada di laut membuat batu bara berterbangan akibat terhempas angin sehingga berjatuhan kelaut. saya menduga hal itu sangatlah mengganggu stabilitas kadar air yang berdampak pada ekosistem laut serta merusak polusi ikan, Sehingga berimbas ke nelayan tradisional, penghasilan mereka dalam mencari ikan menjadi berkurang” ucap ermin sambil memperlihatkan video aktivitas kegiatan tersebut yang berhasil dia ambil. Jumat (18/9)

Hasil rekaman komunikasi yang dilakukan ermin dengan H Muhadi salah satu warga sembilangan Kecamatan Babelan, keluhan pun juga dirasakan. Dia (H Muhadi) menuturkan, dengan adanya aktivitas atau lalu lalang kapal tongkang pembawa batu bara yang diduga milik PT CL, akibat batubara yang tidak tertutup serpihannya berterbangan karena tertiup angin sehingga menimbulkan gatal-gatal bagi warga.

“lewatnya kapal pengangkut batu bara yang tidak ditutup, abunya beterbangan sampe ngebul mengakibatkan gatal – gatal” Ucap H Muhadi pada saat berkomunikasi melalui handphone.

Tidak sampai disitu saja, melintasnya kapal tongkang pengangkut batu bara, juga menimbulkan kebisingan dan berimbas pada stersnya udang-udang ditambak dan berpengaruh pada gagalnya panen.

“Lewat kapal melintas menimbulkan kebisingan mengakibatkan udang yang ditambak menjadi stres sehingga gagal panen.”tambahnya.

Dalam hal ini, ermin berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi khususnya PJ Bupati Bekasi dan ketua DPRD Kabupaten Bekasi serta Dinas instansi berkait, dapat menanggapi keluhan masyarakat dan segera dapat menyikapi permasalahan tersebut.

“Saya berharap pada pemerintah Kabupaten Bekasi, kepada Bapak PJ Bupati Bekasi, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi serta Instansi yang berkaitan dalam hal ini, untuk segera menindaklanjuti keluhan masyarakat. Sebab masyarakat adalah aset terbesar negara yang wajib dilindungi dan dipasilitasi seperti yang tertuang Dalam undang-undang 1945 pasal 28 h ayat (1) dan (2)” tutupnya.

(Andan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *